Obrolan

Catatan Menjadi Seorang Novelis


William Boyd menceritakan bagaimana novel pertamanya diterbitkan

william boyd 2

William Boyd. Photo taken from Amazon.com

Diterjemahkan oleh Utami Diah Kusumawati dari Notes on Becoming a Novelist oleh William Boyd dari buku the Writers’ and Artist‘ Yearbook 2014

Pada awal 1970-an, semasa masih kuliah, aku mulai membayangkan menjadi seorang novelis. Persoalannya adalah aku benar-benar tidak punya petunjuk bagaimana merealisasikan mimpiku yang samar tetapi terasa begitu kuat.

Sulit untuk membayangkan hal tersebut saat ini – di mana internet telah menawarkan ratusan kursus penulisan kreatif, blog penulis, festival sastra dan semacamnya — betapa tak terjangkau dan misterius pekerjaan novelis pada masa itu. Hal itu ibarat mencoba bergabung dengan beberapa klub yang luar biasa eksklusif.

Aku tidak kenal satupun penulis atau orang lain yang berada dalam dunia industri penerbitan. Aku tidak tahu bagaimana mengirimkan buku ke penerbitan atau bahkan apa yang dilakukan seorang agen penulis.

Namun, aku membeli sebuah mesin ketik dan mulai menulis. Aku menulis sebuah novel dan kemudian tulisan-tulisan lainnya: aku menulis karya jurnalistik semasa kuliah, membuat sketsa dan puisi jelek, dan bahkan mengikuti sebuah lakon dalam kompetisi drama satu babak di teater lokal. Secara acak, aku sebenarnya melakukan hal yang benar. Aku sadar sekarang. Aku selalu memaksa diriku menulis, magang, membuat kesalahan dan belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Lalu, pada 1976, aku pindah ke Oxford untuk melanjutkan studi S3 dan untuk pertama kalinya bertemu dengan penulis-penulis sungguhan. Berbicara dengan mereka membuat jalan menuju penerbitan menjadi sedikit terjamin, aman, dan pasti.

Hal ini menyadarkanku di kemudian hari — hal ini menujukkan betapa waktu telah berubah–  bahwa peluang terbaikku untuk masuk ke penerbitan adalah melalui cerita pendek.

Maka, aku mulai benar-benar menulis cerita pendek dan mengirimkannya. Aku mengirimkan karyaku ke majalah apapun yang mau menerbitkannya – dan hanya sedikit saat itu – seperti majalah sastra, majalah perempuan, kolom BBC ‘Morning Story’.

Aku menerima banyak penolakan. Namun, perlahan dalam beberapa tahun ke depan, cerita pendekku mulai diterbitkan. Cerita-ceritaku mulai muncul di London Magazine, Company, Punch, Good Housekeeping, Myfair dan the Literary Review.

Saat aku telah memiliki sembilan cerita pendek yang diterbitkan, aku mulai berpikir,” tunggu dulu, ini hampir menjadi kumpulan cerita pendek,” dan aku memutuskan untuk mengirimkan kumpulan cerpen (kumcer) tersebut ke seorang penerbit.

Nyatanya, aku mengirimkan kumcer tersebut ke dua penerbit bersamaan. Aku merekomendasikan strategi ini – karena menghemat waktu- dan ada kemungkinan keduanya tidak sama-sama menjawab secara positif seperti yang umum diketahui di Hollywood sebagai sebuah ‘persoalan kelas papan atas’, masalah yang tidak dikeluhkan siapapun.

Penerbit yang kupilih adalah Jonathan Cape dan Hamish Hamilton. Keduanya sangat dihargai dan juga secara rutin menerbitkan kumpulan cerpen (sekali lagi, waktu telah berubah).  Dalam menit terakhir sebelum mengirimkan kumcerku, aku menambahkan ‘dengan catatan’ dalam suratku yang menyatakan bahwa aku telah menulis sebuah novel dengan sebuah karakter seseorang diplomat muda yang gemuk dan pemabuk bernama Morgan Leafy. Karakter ini muncul dalam kedua cerpenku.

william boyd

A novel Sweet Caress by William Boyd. (photo taken from Amazon.com)

Beberapa minggu kemudian sebuah surat ajaib datang dari redaktur pelaksana penerbitan Hamish Hamilton, Christopher Sinclair-Stevenson. Dia bilang mau menerbitkan kumcerku. Bahkan, dia juga tertarik menerbitkan novel yang telah kutulis, tetapi yang genting adalah dia mau menerbitkan novelnya terlebih dulu.

Ada masalah sedikit, aku belum menulis novel sama sekali. Maka, aku berbohong dengan mengatakan aku harus mengetik ulang naskah sepenuhnya. Dalam tekanan, akhirnya aku menyelesaikan novelku A Good Man in Africa dalam sepuluh minggu dan mengirimkannya. Dan, sisanya biarkan waktu berbicara.

Pada 1981 novelku diterbitkan, dan enam bulan kemudian menyusul kumcerku.

Aku tidak punya seorang agen, tidak kenal siapapun yang berpengaruh, dan aku tidak punya kenalan seorang editor atau penerbit. Semua kulakukan sendiri. Hingga saat ini, aku juga masih menunggu balasan dari Jonathan Cape.

William Boyd adalah pengarang 11 novel, beberapa koleksi cerita pendek, naskah drama, dan tulisan nonfiksi; sebuah memoir masa sekolah dan memoir spekulatif Nat Tate: An American Artist. Karya novel terbarunya adalah Restless (2006, pemenang the Costa Book Award, Novel of the Year), Ordinary Thunderstorms (2009), dan Waiting for Sunrise (Bloomsbury 2012). Novel James Bond terbarunya, Solo, diterbitkan pada September 2013 oleh penerbitan Jonathan Cape.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s