GIS: LiDAR remote sensing



Belajar soal LiDAR (Light Detection and Ranging) di GIS class

Apa sih LiDAR itu?

LiDAR menurut the NEON (National Ecological Observatory Network) Scienceadalah sebuah teknologi dengan sensor laser (cahaya) jarak jauh untuk mengukur tingkat elevasi (ketinggian suatu objek dari titik tertentu) dari permukaan tanah, hutan atau bangunan dengan resolusi sangat tinggi.  

Bagaimana cara mengumpulkan data dengan LiDAR? 

Pengumpulan data bisa dilakukan di darat (meletakkan alat sensor di atas tanah), di udara (menaruh alat LiDAR ke pesawat terbang) dan di luar angkasa (menggunakan satelit). Caranya dengan melakukan semacam scanning dengan gelombang elektromagnetik seperti infra merah dan sinar hijau. Kenapa infra merah dan hijau? Karena dua gelombang ini yang paling kuat pantulannya terhadap kedalaman (perairan) dan daratan. 

Airborne LiDAR data?

Pesawat terbang melakukan scanning wilayah yang ingin dipetakan, lalu GPS (Global Positioning System) akan melacak altitude serta posisi X,Y pesawat dan mengetahui posisi benda yang discanning. Inertial Measurement Unit (IMU) akan melacak posisi kemiringan pesawat agar perhitungan elevasi bisa lebih akurat. Lalu, mengunduh semua data GPS yang terlacak dengan menggunakan laptop.

Ukur ketinggian benda atau permukaan?

Altitude pesawat (lokasi ketinggian pesawat) dikurangi dengan distance (travel time x speed of light: 2. Kenapa dibagi dua? Karena sinar dikirimkan dua kali, ke tanah dan ke atas pesawat lagi untuk ditangkap sensor LiDAR). 

Doc. Utami Diah Kusumawati/ GIS Course, UNL

Keuntungan pakai LiDAR dari Fotogamatri?

Bisa filter vegetasi jadi gak cuma scanning ujung benda, misalnya pohon, dia bisa tembus dan mengkalkulasi jarak antara batang dan daun pohon terus juga ke tanah untuk menciptakan Digital Terrain Model (DTM). Kalau fotogamatri gak bisa. 

Bisa dibuat visualisasi bermacam-macam khususnya untuk menerangkan density variation (ragam kepadatan) dari sebuah tempat ketika melakukan survei. 

Terus kaitannya sama ArcGIS 10?

Data yang dikumpulkan melalui sistem LiDAR ini (dalam bentuk LAS dataset) kemudian akan dibuat visualisasinya atau pemetaan umumnya dengan menggunakan program ArcGIS. 

Manfaat untuk jurnalis?

Sebenarnya LiDAR ini merupakan piranti yang sangat mewah, biasanya, sih, dipakai buat survei berkaitan geologi, agronomi atau juga kebencanaan. Nah, tapi data yang dihasilkan oleh LiDAR biasanya bisa diakses secara gratis oleh publik untuk dibuat visualisasinya, misalnya peta. Untuk jurnalis, tentunya ketika hendak menuliskan artikel, visualisasi yang berupa peta ini bisa digunakan untuk membantu menerangkan pola kepada pembaca atau biasanya membantu jurnalis investigasi menemukan pola tertentu.  

Untuk hasil peta lengkap yang dibuat dari data LiDAR, menyusul minggu depan, ya. Tapi, sedikit gambaran proses bisa dilihat di video berikut. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.