Graph of the Indonesian Women in Politics from 2010 to 2018


Background

I created this graph using Pandas and Adobe Illustrator. The data is taken from the Statistics Indonesian or BPS (Biro Pusat Statistik) and there is a Null calculation for the percent change as Kalimantan Utara (North Kalimantan) does not have any women representatives in the parliament in 2010. So, I took out this province and cleaned out the null value. If you want to use this graph, please ask for my permission. (utamid.kusumawati@gmail.com)

keterwakilanperempuanparlemen

Reporting photos I The meetings


Indonesian Cabinet meeting at the Presidential Palace, Jakarta, Indonesia/Utami D. Kusumawati
1. Indonesia Cabinet Meeting
2. A meeting with leaders from the Moslem countries
3. OIC (Organization of Islamic Cooperation) Summit on Palestine and Al-Quds Al-Sharif. All photos: Utami D. Kusumawati

Reporting photos I bilateral meeting I Hungary-Indonesia I


a bilateral meeting between Indonesian President Joko Widodo and Hungary Prime Minister Viktor Orban at the Presidential Palace, Jakarta, Indonesia. I Photo: Utami

Dan Jarak yang Membentang Diantara Kami


Lincoln, Nebraska.

06.00 AM

Sudah sebulan aku berada di negeri Paman Sam dan mengejar mimpiku. Setiap hari berlalu, aku merasa semakin terbiasa dan mulai familiar tinggal di kota yang terletak di bagian tengah Amerika Serikat ini. Kota yang dinamai dari Abraham Lincoln, salah satu presiden Amerika Serikat yang terkenal gigih menghapuskan perbudakan dan rasialisme di AS.

Hari demi hari, aku mulai menemukan keteraturan di ibukota negara bagian Nebraska ini.

Kota ini tidak sesibuk dan sebesar Jakarta. Penduduknya bahkan hanya 280.364 penduduk, menurut sensus penduduk dari the United States Census Bureau tahun 2016. (Bandingkan dengan Jakarta yang mencapai angka 10 juta penduduk). Namun, kota kecil ini ramah dan hangat seperti seorang teman baik yang selalu terbuka dan menerima kedatanganmu kapan saja dan dalam kondisi apapun.

Setiap hari, aku mulai akrab bepergian dengan moda transportasi mereka (tidak 24 jam) yang terbatas namun gratis sepenuhnya bagi mahasiswa, berjalan kaki selama 10 menit hingga satu jam dari kampus ke apartemen atau ke pusat kota Lincoln, bergulat dengan angin yang berhembus sungguh kencang dan seringkali mengacaubalaukan rambutmu, atau bajumu (Aku belajar untuk tidak pernah memakai rok selama di sini).
Aku terbiasa pula wara-wiri diantara udara dingin (seperti suhu malam hari di Puncak, Indonesia) yang membuatmu menggigil setibanya di apartemen, memakan pizza mereka yang tipis dan tanpa pinggiran tebal ataupun sajian menu Asia seperti Panda Express yang harganya cukup mahal bagi kantung mahasiswa, hingga berada di ruang perpustakaan kampus yang sungguh nyaman dan membuatmu betah berlama-lama membaca buku atau mengerjakan tugas di sana, khas mahasiswa.

Continue reading Dan Jarak yang Membentang Diantara Kami

#Let’sCook! Chicken with Basil Sauce


Let’s Cook! kali ini kembali mengeksplorasi makanan ayam (coz I’m a really big fan of any chicken menu :P). Tadinya, aku berniat membuat ayam saus padang, tetapi tiba-tiba keingetan resep dari Chef Anjani di Foodie TV tentang chicken with basil sauce.

Menu ini memang bukan jenis makanan favoritku setiap kali berpetualang antar resto (actually I’m not that fond of any kind of pasta sauce or whatever), cuma penasaran saja pingin buat karena tampilannya yang menarik.

Kebetulan juga, bahan-bahan makanan di rumah cukup untuk dibuat menu ini. Jadilah, memasak ayam dengan baluran saus daun basil, yang merupakan salah satu menu khas western dan biasanya ditemukan di resto-resto yang menyajikan makanan seperti spaghetti, fettucini, dan sebangsanya… If you guys like pasta and friends, you should try one.

Oh ya, buat catatan, biasanya menu ini dimakan dengan pasangan kentang goreng atau mashed potato, tapi kali ini aku coba pasangin dengan garlic bread dan rasanya nyambung banget. Roti yang dipanggang jadi manis dan gurih selaras dengan rasa ayam daun basil yang gurih. Kalau mau coba pair yang lain silakan aja, lhoo… hehe.

Soooooo, here we go…..

Ingredients:

1/2 potong ayam broiler (sekitar 5 bagian). Potong satu bagian menjadi dua.

krim masak (bisa pakai Anchor liquid whipped cream)

5 siung bawang putih diparut

air kaldu ayam secukupnya

tepung terigu secukupnya. buat dua adonan ya. Basah dan kering. lumuri ayam dengan adonan basah dan kering bergantian

lada secukupnya

garam secukupnya

Chopped basil leaves, alias daun basil rajang halus

Garlic Bread:

Roti tawar, atau roti gandum, sesuai selera

mentega

olive oil

bawang putih diulek halus

Cara membuat:

  • Oke, first of all, ayam yang sudah dipotong dan dicuci, dilumuri dengan parutan  bawang putih, lada dan garam. Tunggu 2 menit, kemudian baluri ke atas tepung terigu kering dan basah. Setelah selesai dibaluri tepung, lalu goreng hingga cokelat muda. Sisihkan
  • Rebus air bersama ayam untuk membuat kaldu ayam. sisihkan
  • Masak di atas api kecil krim masak. sisihkan
  • Masukkan kaldu ayam di atas wajan, lalu krim masak, daun basil dan aduk terus hingga mendidih.

chickenbasil2

  • Setelah mendidih, masukkan ayam tepung dan tnggu hingga agak mengental, baru masukkan daun basil.
  • Tambahkan lada hitam dan garam secukupnya. Setelah kental banget, matikan api.
  • Olesi sisi atas dan bawah roti dengan campuran: mentega, ulekan bawang putih, minyak zaitun dan parsley. Panggang hingga cokelat tua.
  • Sajikan ayam saus basil dengan garlic bread, yaaa…..